Pemasaran Era Revolusi 4.0 ( Perkembangan Pemasaran )
MAKALAH
MANAJEMEN
PEMASARAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
PERKEMBANGAN
PEMASARAN TRADISIONAL
MENUJU
PEMASARAN 4.0
Disusun
Oleh :
NAMA : NADITA PUTRI SALSABILA
NPM : 15216272
KELAS : 4EA33
DOSEN : Zaidatun
Ekastuti,S.E.,M.M
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN
2019
/ 2020
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, yang telah memberikan Rahmat serta Karunia-Nya sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini. Makalah dengan judul “Perkembangan
Pemasaran Tradisional menuju Pemasaran 4.0 ” menjelaskan mengenai
pengertian pemasaran, ruang lingkup, lingkungan pemasaran, konsumen,
penerimaan masyarakat terhadap pemasaran 4.0. Dalam makalah ini saya
ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing saya ibu
Zaidatun Ekastuti,S.E.,M.M yang telah membantu serta membimbing dalam
pembuatan dan penyelesaian makalah ini. Dan, saya ingin mengucapkan
terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan memnberikan
referensi untuk penulisan makalah.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan pembaca dan juga menjadi referensi
untuk berbagai pihak. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah ini. Saya berharap makalah ini dapat berguna bagi
diri sendiri maupun pembacanya. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan
dalam penulisan.
Terima kasih
Tangerang Selatan, 02 November 2019
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pemasaran adalah salah satu
kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan maupun perorangan
untuk memasarkan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan
kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena
pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara
langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat
diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya
dengan pasar. Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif
sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi
dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada strategi
pemasaran yang dijalankannya .
Saat ini pemasaran telah
berkembang mengikuti zaman, revolusi
industri dan globalisasi seakan menjadi satu kesatuan yangtak
terlepas dari kehidupan manusia. Seperti yang telah diketahui banyak
orang pada saat
ini sudah
menggunakan teknologi yang lebihcanggih mulai dari bidang industri
sampai perdagangan pun menggunakan teknologi. Sama,
halnya dengan pemasaran saat ini pemasaran telah menggunakan
teknologi dan berkembang dari zaman ke zaman dan mennunjukan untuk
membantu perekonomian serta kegiatan manusia saat ini.
1.2
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Pengertian dari Pemasaran ?
2. Bagaimana perkembangan pemasaran dari Tradisonal ke pemasaran 4.0?
3. Apa saja ruang lingkup, lingkungan dan konsumen dalam pemasaran ?
4. Bagaimana reaksi masyarakat mengenai pemasaran 4.0 ?
1.3
Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui pengertian dari pemasaran
2. Mengetahui perkembangan pemasaran dari Tradisonal ke pemasaran
4.0
3.
Mengetahui ruang lingkup,
lingkungan dan konsumen dalam pemasaran
4.
Untuk mengetahui reaksi
masyarakat mengenai pemasaran 4.0
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pemasaran
Pemasaran
adalah suatu kegiatan menyeluruh, terpadu, dan terencana, yang
dilakukan oleh sebuah organisasi atau institusi dalam melakukan usaha
agar mampu mengakomodir permintaan pasar dengan cara menciptakan
produk bernilai jual, menentukan harga, mengkomunikasikan,
menyampaikan, dan saling bertukar tawaran yang bernilai bagi
konsumen, klien, mitra, dan masyarakat umum.
John Westwood, pemasaran adalah sebuah
usaha terpadu yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan
memberikan keuntungan/ laba kepada perusahaan.
Menurut Kotler, pemasaran adalah
aktivitas sosial dan sebuah pengaturan yang dilakukan oleh perorangan
ataupun sekelompok orang dengan tujuan untuk mendapatkan tujuan
mereka dengan jalan membuat produk dan menukarkannya dengan besaran
nominal tertentu ke pihak lain.
2.2 Perkembangan Pemasaran Tradisional ke
Pemasaran 4.0
Perkembangan pemasaran bermula ketika
tahun 1900 terjadi sebuah revolusi industri secara besar-besaran dan
mengubah cara atau perilaku masyarakat. Jika sebelum terjadinya
revolusi masyarakat masih mengenal cara berbisnis dengan ciri utama
merkantilis (berdagang), maka setelah revolusi perilaku bisnis
masyarakat berubah menjadi kapitalis. Keadaan berubah menjadi
kapitalis dikarenakan munculnya kekuatan baru didunia perdagangan,
dimana banyak orang-orang yang memiliki uang yang banyak menggunakan
uang mereka sebagai modal untuk membangun pabrik dan perusahaan.
Tujuannya tidak lain adalah untuk memproduksi barang secara lebih
cepat dan memperdagangkannya. Pada tahun 1902 disebuah universitas
bernama University of Michigan, ED Jones dikabarkan memberikan
pelajaran marketing serta Simon Litman di University of California.
Meskipun pada saat itu marketing masih berfokus pada distribusi
produk, namun pemikiran teori marketing lebih banyak muncul di
universitas seperti Wisconsin, Northwestern University, Harvard,
University of Illinois serta Ohio State. Sebenarnya jauh sebelum ilmu
marketing diperkenalkan tahun 1902.
Pendekatan marketing memiliki 3
jenis kunci utama yaitu advertising, selling dan distribusi. Namun,
Ralph Butler dan Arch Shaw menambahkan kunci lainnya seperti
komoditas, institusi, dan fungsi. Dimana marketing telah membahas
mengenai jenis produk, cara pemasaran dan organisasi yang memasarkan
serta pada tahun 1914 muncul sebuah literatur Nystrom mengenai
retailing. Nystrom menulis bahwa retailing mencakup semua proses
distribusi, manajemen ritel, jenis produk, cara pemasaran dan
organisasi yang memasarkan sehingga ilmu marketing menjadi
terintegrasi.
Pemasaran tradisional adalah bahwa
pemasaran hanya menjual dan iklan, dan 4P (produk, harga, tempat dan
promosi). Prinsip-prinsip dasar dan konsep pemasaran tradisional
adalah produk, perilaku konsumen dan aktivitas kompetitif di pasar.
kunci dari Pemasaran Atau Marketing Tradisional adalah sebagai
berikut:
1. Fokus pada properti dan keuntungan.
Pedagang tradisional berasumsi bahwa
klien dalam setiap segmen pasar selalu berfokus pada karakteristik
produk, mengevaluasi lebih banyak fitur dan memilih produk dengan
utilitas umum yang tinggi. Manfaat rata yang timbul dari
karakteristik fungsional. Laba adalah utilitas yang akan mencari
customer.Sebagai contoh manfaat sikat gigi yang memutihkan gigi atau
hanya membersihkan gigi.
2. Kategori dan persaingan untuk produk
didefinisikan erat
Pedagang tradisional selalu menentukan
pesaing Mc Donalds adalah Burger King dan Wendy (tidak dibandingkan
dengan Pizza Hut atau Starbucks), BritAma dengan Tahapan BCA, Kijang
dengan Panther, Carrefour Raksasa (tidak ada Tip Top atau
Ramayana).kompetisi pedagang tradisional hanya sempit didefinisikan
tergantung pada kategori produk.
3.
Pelanggan dilihat sebagai pengambil keputusan rasional
Proses pengambilan keputusan
yang lama diasumsikan, Pengenalan persyaratan. Perbedaan persepsi
antara pernyataan untuk memenuhi kebutuhan dengan keadaan
sebenarnyalah yang mendorong pelanggan untuk mengurangi kesenjangan
tersebut.
4.
Metode dan alat yang digunakan adalah Analisis, Kuantitatif dan
Verbal
Mengevaluasi berbagai
alternatif. Pelanggan selalu membandingkan produk yang ada dalam hal
fitur dan manfaat untuk menjadi tempat terbaik untuk memilih produk.
(Close Up yang menyediakan nafas segar, membuat gigi putih terang,
aroma mint, yang diantarnya penting dibandingkan dengan Pepsodent).
Membeli dan makan. pelanggan akan membeli dan menggunakan alternatif
terbaik dan selalu mendapatkan tingkat kepuasan dengan membandingkan
kemanjuran yang diharapkan dengan nyata setelah menggunakan produk.
Jika pelanggan puas maka ia akan membeli produk lagi suatu hari
nanti.
Marketing 4.0 adalah marketing yang berfokus pada kemanusiaan di era digital. Di sini pendekatan pemasaran mengkombinasikan interaksi antara online dan offline. Mungkin, lebih mudah mencontohkan usaha dahulu dalam Pemasaran 4.0. Ada beberapa contoh usaha dalam revolusi industri 4.0 ini :
1. Fintech ( Financial Technology ) adalah nancial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Contoh : Aku Laku, Home Credit, Dana, Go-pay.
2. Jual beli Online adalah bisnis yang dilakukan melalui internet dimana penjual dan pembeli tidak langsung bertatap muka, dan biasanya bisa dilakukan melalui website atau media sosial. Contoh : Shoppee, Tokopedia, OLX, Zalora, Buka Lapak.
3. On-Demand service adalah sebuah layanan jasa yang berdasarkan permintaan konsumen. Contoh : Go-jek, Grab.
Ada 3 kunci stategi yang digunakan dalam pemasaran 4.0 ini, adalah sebagai berikut :
1. E-mail dimana pemilik usaha lebih sering menggunakan email untuk berkomunikasi antar sesama bisnis (kepada parner bisnis dan pemasok) maupun terhadap pelanggan serta memberi tahukan informasi mengenai produk maupun memberikan kupon.
2. Website merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat mengenai informasi. Dimana perusahaan memberikan informasi mengenai produk, pelayanan, kerjasama ataupun pemegang saham mereka melalui website dan mencoba dekat dengan konsumen.
3. Online Video Advertising adalah Online advertising adalah sebuah bentuk pemasaran periklanan yang menggunakan internet untuk menyampaikan pesan pemasaran dan promosi kepada konsumen. Mulai dari banner ads, Search Engine Marketing (SEM), iklan di jejaring sosial, email marketing, sampai ke iklan baris online.
1. Fintech ( Financial Technology ) adalah nancial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Contoh : Aku Laku, Home Credit, Dana, Go-pay.
2. Jual beli Online adalah bisnis yang dilakukan melalui internet dimana penjual dan pembeli tidak langsung bertatap muka, dan biasanya bisa dilakukan melalui website atau media sosial. Contoh : Shoppee, Tokopedia, OLX, Zalora, Buka Lapak.
3. On-Demand service adalah sebuah layanan jasa yang berdasarkan permintaan konsumen. Contoh : Go-jek, Grab.
Ada 3 kunci stategi yang digunakan dalam pemasaran 4.0 ini, adalah sebagai berikut :
1. E-mail dimana pemilik usaha lebih sering menggunakan email untuk berkomunikasi antar sesama bisnis (kepada parner bisnis dan pemasok) maupun terhadap pelanggan serta memberi tahukan informasi mengenai produk maupun memberikan kupon.
2. Website merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat mengenai informasi. Dimana perusahaan memberikan informasi mengenai produk, pelayanan, kerjasama ataupun pemegang saham mereka melalui website dan mencoba dekat dengan konsumen.
3. Online Video Advertising adalah Online advertising adalah sebuah bentuk pemasaran periklanan yang menggunakan internet untuk menyampaikan pesan pemasaran dan promosi kepada konsumen. Mulai dari banner ads, Search Engine Marketing (SEM), iklan di jejaring sosial, email marketing, sampai ke iklan baris online.
Ruang Lingkup pemasaran tradisional dan pemasaran 4.0 atau modern sama yaitu :
- Pasar : tempat untuk berbelanja atau suatu tempat yang dianggap mempunyai nilai jual yang tinggi akan berusaha untuk memasarkan tempatnya. Contoh untuk pemasaran tradisonal pasarnya adalah Mall atau pasar swalayan, sedangkan dalam pemasaran 4.0 adalah website dari Buka Lapak
- Produk : Produk yang dimaksud disini adalah semua barang dan jasa yangdihasilkan atau diproduksi oleh suatu perusahaan dan kemudianmemasarkannya.
- Saluran Distribusi : Saluran yang digunakan produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.
- Penentuan harga : Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jualyaitu : pendekatan biaya dan pendekatan pasar atau persaingan.
- Promosi dan periklanan
2.4 Target Konsumen Pemasaran Tradisional
dan Pemasaran 4.0 (Online).
No
|
Target Konsumen
|
Tradisional
|
Online
|
1.
|
Jangkauan
|
- produk : harus datang ke toko
- Pelayanan : melayani konsumen di toko dan
terbatas
- menarik konsumen dengan brosur, diskon.
|
- produk : disimpan lalu dijual kembali kekonsumen
palayanan ; melayani secara online dengan
jangkauan yang luas
|
2.
|
Strategi Pemasaran
|
Spanduk, benner, brosur, iklan tv dan radio
|
SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing)
dan social media dan influencer.
|
3.
|
Customer Experience
|
produk memiliki harga terjangkau dan kualitas, pengalaman
pelayanan yang baik dari toko tersebut nantinya akan ada dampak
promosi positif yang didapat dari pengalaman mereka dan disebarkan
dari mulut ke mulut.
|
konsumen yang puas terhadap pelayanan di toko online tersebut,
akan memberikan review secara langsung melalui kolom review maupun
komentar sehingga bisa berdampak secara langsung pada pelanggan
baru yang melihat review yang diberikan.
|
2.5 Reaksi Masyarakat terhadap Pemasaran 4.0
Reaksi masyarakat terhadap pemasaran saat ini berbeda-beda namun, banyak sekali sisi keuntungan yang dirasakan dalam memasarkan produk atau jasa melalui cara online dari sisi perusahaan dan juga masyarakat :
- lebih hemat biaya : Digital marketing untuk bisnis tidak hanya efektif dalam menjaring traffic dan konversi, tapi juga lebih efisien jika ditinjau dari segi biaya. Biaya marketing melalui PPC, email, atau content marketing dinilai lebih terjangkau dibanding memasang iklan di televisi. Berdasarkan survei yang dilakukan sejumlah pakar digital marketing, content marketing lebih hemat biaya tiga kali lipat dibanding metode marketing tradisional.
- Membantu bisnis mengikuti tren
Tren di era digital terus-menerus berkembang dalam waktu yang relatif singkat. Bisnis pun harus mengikut tren agar dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat. Tren tersebut dapat berupa penggunaan aplikasi teknologi terbaru, jargon, atau fenomena budaya populer yang banyak dibicarakan masyarakat. Dengan memanfaatkan tren yang sedang populer, Anda dapat membantu meningkatkan reputasi bisnis di dunia maya yang juga dapat berimbas pada peningkatan leads dan jumlah konsumen.
- Membangun kepercayaan publik terhadap perusahaan
Dengan interaksi melalui layanan konsumen dan media sosial, perusahaan dapat turut membangun kepercayaan konsumen. Melalui respon konsumen tersebut, Anda dapat mengukur seberapa efektif strategi content marketing yang diterapkan perusahaan dan elemen mana saja yang perlu diperbaiki untuk memaksimalkan strategi digital marketinguntuk bisnis.
- Konsumen selalu mencari informasi di internet sebelum memutuskan membeli produk
Masyarakat modern selalu melakukan pencarian melalui Google mengenai informasi dan ulasan produk tertentu sebelum memutuskan melakukan pembelian. Dengan memasukkan kata kunci, konsumen dapat memperoleh ribuan hasil pencarian seputar produk yang dicari. Pebisnis tentunya dapat memanfaatkan fenomena ini untuk membangun brand awareness produk melalui konten blog, PPC, maupun strategi SEO, demi memastikan website bisnisnya dapat dijangkau konsumen di mesin pencarian.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemasaran 4.0 pada dasarnya memiliki pendekatan secara online maupun offline. Kedua pemasaran ini masih digunakan dan juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ruang lingkup pemasaran tradisional dan 4.0 sama yaitu pasar, produk, distribusi, harga, iklan dan promosi.
DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Phillip, Hermawan Kartajaya, Iwan Setiawan. 2016. Marketing 4.0: Moving From Traditional to Digital. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
https://chubbyrawit.id/apa-itu-online-advertising-bagian-1/
https://chubbyrawit.id/apa-itu-online-advertising-bagian-1/
https://www.academia.edu/36061107/Ruang_lingkup_pemasaran

Comments
Post a Comment